Minggu, 2008 April 06

Ciri-ciri Umum anak Dominan otak kanan

Ciri-ciri umum:

  1. Terlambat bicara dibandingkan anak seusianya
  2. Sulit Membaca terutama membaca bersuara
  3. Sulit mengeja suku kata
  4. Sulit mengerjakan soal-soal matematika logika/rumus-rumus terkadang lebih mudah soal cerita
  5. Sering memandang ke atas dan terlihat seperti melamun
  6. Kurang suka mencatat (karena proses mencatat menghambat proses visualisasi)
  7. Sering membaca terbalik-balik
  8. Sering membaca melompat dan beberapa kata tertinggal atau terlompati
  9. Bisa membaca dari belakang atau dengan urutan terbalik
  10. Jika berbicara tidak runtut dan sistematis
  11. Sulit mengungkapkan keinginannya dalam bentuk kata/kalimat
  12. Sering bicara tidak nyambung dengan pertanyaan
  13. Cepat hafal tempat/lokasi dan rute perjalanan
  14. Kadang suka berkhayal dan menceritakan fantasinya
  15. Konsentrasi rendah pada pekerjaan yang kurang disukainya
  16. Konsentrasi tinggi dan lama pada hal-hal yang menarik minatnya.
  17. Cenderung Emosional
  18. Perasaannya sensitif dan mudah tersinggung.

Cara Bekerja otak kanan:

  1. Kreatif --> ingin mengetahui hal-hal baru dan menemukan cara-cara baru yang tidak konvensional, melihat alternatif solusi dari berbagai permasalahan.
  2. Spasial Tiga Dimensi, mampu melihat dan membayangkan sesuatu secara tiga dimensi; bisa melihat dari kanan ke kiri, atas ke bawah dan sebaliknya. serta membolak balik huruf, angka dan gambar.
  3. Memori Fotografi, mampu merekam informasi dalam bentuk gambar-gambar baik dalam bentuk diam atau seperti film yang bergerak. Memiliki papan layar di otaknya.
  4. Art --> melihat sebuah pekerjaan sebagai proses seni yang mengandalkan rasa dan estetika yang sering kali tidak bisa dibatasi oleh waktu dan bekerja berdasarkan inspirasi dan mood.
  5. Deduktif --> terlebih dahulu harus melihat gambaran besarnya atau hasil akhirnya baru bergerak menyusun langkah demi langkah dan tahapan prosesnya.
  6. Random --> Menyusun dan mengolah informasi secara acak, sehingga penyampaian informasinyapun cenderung tidak sistematis.
  7. Visual --> Bekerja dalam bentuk gambar; sering kali sulit menuangkan ide gambarnya tersebut kedalam kalimat atau kata-kata yang dipahami.
  8. Global --> Lebih menyukai gambaran umum dan kurang menyukai hal-hal detail.
  9. Konklusif --> Menarik kesimpulan umum dari kepingan-kepingan informasi.
  10. Eksekusi 2 langkah --> Merekam informasi baru memaknainya.
  11. Inspirational --> bekerja berdasarkan datangnya inspirasi bersifat dadakan dan tidak terencana.

Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:

a. Simbol vs Gambar

b. Runtut/Sekuen vs Acak/Random

c. Logika vs Kreatif/Seni

d. Detail ke Global vs Global ke detail.

e. Setahap demi setahap vs Langsung

f. Proses then memori vs memori then proses

g. Duplikasi vs imaginasi

h. Teratur vs acak dan melompat-lompat

i. Analisis mengurai vs Analisis Kesimpulan

j. Tenggat Waktu vs Bebas Waktu

k. Rencana vs Inspirasi

l. Objek Hitam Putih vs Objek yang berwarna warni

2. Perbedaan Kombinasi Kontinum Otak dan Indera dominan

a. Otak Kiri Visual --> Cenderung Diam, Tegas, Berpikir Runtut, Logika bagus

b. Otak Kiri Auditori --> Cenderung Bicara, Suka berdebat, Logika bagus, cepat menghafal

c. Otak Kiri Kinestetik --> Cenderung diam, Lincah bergerak, Berpikir runtut, logika bagus

d. Otak Kanan Visual --> Suka menghayal, kuat mengingat, cenderung diam, sulit mengeja, suka menggambar, kurang suka mencatat.

e. Otak Kanan Auditori --> Suka bicara, Bicara acak, Bicara khayalan, suka berhandai-handai..., sulit mengeja tapi suka bicara,

f. Otak Kanan Kinestetik --> Cenderung diam, terus bergerak, bergerak tak beraturan, sering melakukan hal-hal yang penuh resiko, pandai membuat sesuatu karya tangannya

by ayah edy

Senin, 2008 Maret 31

Miss Phillips You are Wrong !

Miss Phillips, You are Wrong...!
Para orang tua dan guru yang saya cintai.. itu adalah judul sebuah buku “best seller” di Australia yang ditulis oleh Peter Daniels.

Buku ini menceritakan kisah perjalanan sukses seorang anak yang saat bersekolah dianggap oleh gurunya sebagai anak yang gagal, namun ternyata ia berhasil membuktikan bahwa Peter adalah orang yang sangat sukses di bidang bisnis. Usahanya merambah ke hampir seluruh dunia, memiliki rekan-rekan mulai dari multi jutawan, bangsawan, kepala negara sampai agamawan. Peter terkenal sebagai seorang sangat sukses, kaya raya sekaligus penyantun. Ia sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial juga keagamaan untuk membantu sesamanya.

Para orang tua dan guru yang saya cintai..,
Siapa yang sangka bahwa Peter akan menjadi sesukses ini...? Padahal menurut kisahnya dulu saat masih bersekolah ia dianggap sebagai anak yang bermasalah dan gagal.

Peter dialahirkan di Australia, orang tuanya adalah generasi ketiga yang hidup dari tunjangan karena miskin. Peter bersekolah di Sekolah Dasar Adelaide. Ia sering mengalami masalah dalam belajar; ia kesulitan memahami serta menggabungkan kata-kata; ia juga kurang suka menulis. Peter kecil lebih gemar kegiatan bebas diluar kelas, mencari tahu hal-hal baru dan kerap kali kurang menuruti perintah gurunya yang selalu memberinya tugas-tugas tertulis atau duduk diam dikursinya. Gelar yang telah diberikan kepadanyapun cukup beragam mulai dari Diseleksia, Anak nakal, anak pemalas sampai Attention Deficit Disorder (ADD).

Miss Phillips adalah guru yang paling dikenangnya. Diantara semua guru Miss Phillipslah yang paling sering menghukum Peter untuk berdiri didepan kelas, dimana Miss Phillips sering berucap; Anak-anak..., ini adalah contoh anak nakal.., jika kalian nakal maka ibu akan menghukum kalian seperti ini!

Ada satu ucapan yang begitu menancap di lubuk hati Peter yang paling dalam, sehingga ia tidak akan pernah bisa melupakannya meskipun sudah lebih dari dua puluh tahun tidak bersama gurunya lagi.

Apa katanya;
Saya ingat betul, dulu setiap kali menghukum Miss Phillips selalu mangatakan pada saya; Peter kamu anak nakal, kamu tidak pernah mau nurut sama perintah ibu..., lihat saja nanti.... kamu tidak akan pernah menjadi apa-apa..!

Miss Phillips you are wrong...!

Itulah buku yang begitu menyentuh dan penuh emotional yang ditulis oleh Peter Daniels sang multi jutawan terkenal di negeri kanguru, Australia. Yang didedikan khusus untuk guru yang dulu pernah merendahkannya sedemikian rupa.


Para orang tua dan guru yang saya cintai.....
Saya tidak tahu apakah fenomena ini juga terjadi di negeri kita..? Tapi anehnya mengapa anak-anak yang memiliki gejala seperti ini dan sering kali dianggap bermasalah, justru kebanyakan lebih berhasil dalam kehidupan...? sebut saja Thomas Alva Edison, John Lennon serta Peter Daniels sendiri.

Para pakar ilmu Holistic Learning; mencoba untuk menjelaskan fenomena ini pada kita;

Begini katanya;
Anak-anak ini sesungguhnya adalah anak yang sangat kreatif dan eksploratif, cara berpikirnya banyak didominasi oleh otak kanan dan indra dominannya pada umumnya adalah visual (mata). Sementara sistem pendidikan kita pada umumnya lebih mengarah pada pola berpikir logis dengan cara berpikir yang didominasi oleh otak kiri dan menggunakan indra dominan Auditori (telinga). Itu artinya anak yang berotak kanan harus hidup didunia yang berotak kiri.

Anak-anak yang seperti ini menggunakan cara dan jalan yang berbeda dalam menerima dan memproses informasi dan umumnya sangat bertentangan dengan cara guru-guru mengajar disekolah.

Para orang tua dan guru yang saya cintai......
Hal yang tak kalah aneh adalah...mengapa anak-anak yang seperti ini ternyata justru lebih banyak sukses di kehidupan..?,

Para pakar Ilmu Holistic Learning kembali menjelaskan;
Sesungguhnya kehidupan nyata lebih menuntut proses kreatif ketimbang proses logis. Sehingga untuk bisa sukses dalam kehidupan, anak-anak lebih banyak dituntut untuk mampu berpikir kreatif ketimbang berpikir logis. Bukti-bukti banyak ditemukan dari perjalanan orang-orang sukses, Mereka adalah orang-orang yang sangat kreatif dalam mensiasati proses kehidupan dalam mencapai suksesnya.

Pandangan ini sejalan dengan ajaran Sang Jenius Legendaris sepanjang jaman, Leonardo Da Vinci. Vasari adalah murid dari Leonardo Da Vinci; mengatakan bahwa Leonardo Mengajarkan pada kita bahwa jika anda ingin menghasilkan karya-karya yang spektakuler....maka proses berpikir harus dimulai dari proses kreatif baru dilanjutkan pada prosese logis. Ajaran ini dikenal dalam bahasa Aslinya Arte & Scienca. Arte & Scienca merupakan prinsip ke tiga dari ajaran Leonardo Da Vinci untuk mencetak anak menjadi seorang maestro.

Bukan main.....ternyata anak-anak yang sering dinyatakan bermasalah ini justru sudah memiliki insting belajar alami seperti yang diajarkan oleh Leonardo Da Vinci

Wahai para guru dan orang tua..... Akankah anda masih berani untuk menghakimi anak-anak yang seperti ini sebagai anak yang bermasalah dan gagal...?

Nancy Alliot, Sang Ibunda dan "Guru Sejati"

Kali ini kita akan belajar dari sejarah Ibunda Thomas Edison dalam mencetak anaknya menjadi sang Jenius Dunia.

Para orang tua dan guru yang saya cintai........

Masih ingatkah anda dengan kisah Thomas Alva Edison.. Ilmuan terkemuka dunia yang di Drop Out dari sekolahnya, pada 3 bulan pertama masa pembelajarannya di Sekolah Dasar....?

Para orang tua dan guru yang saya cintai.....yang jadi pertanyaan menarik buat kita adalah..... bagaimana sang ibunda Thomas bisa mencetak anaknya menjadi seorang Ilmuan yang luar biasa dengan lebih dari 1000 temuan yang dipatenkan.

Para orang tua dan guru yang saya cintai..... Sayangnya...tidak banyak yang di catat sejarah tentang riwayat ibu yang luar biasa ini, dalam membimbing anaknya hingga dewasa. Tapi yang jelas Thomas telah berhasil tumbuh menjadi orang yang sangat penuh percaya diri dan pekerja keras yang selalu berpikir positif.

Para orang tua dan guru yang saya cintai.......diceritakan bahwa Nancy Alliot ibunda Thomas adalah ibunda yang penuh cinta kasih....., dia bukanlah seorang psikolog apalagi pakar pendidikin, Nancy hanyalah ibu rumah tangga biasa, seperti kebanyakan ibu-ibu pada zamannya.

Nancy adalah ibu yang selalu memotivasi anaknya; Dia selalu mendorong anaknya untuk melakukan apa saja yang disukainya. Setiap kali Thomas mengalami kesulitan ibunya selalu berkata; Thomas kamu anak hebat nak, kamu pasti bisa menemukan jawabannya ! Mommy percaya itu sayang..!

Dan setiap kali Thomas berhasil menemukan jawaban dari masalahnya Nancy selalu dengan antusias menanggapi cerita anaknya, ia selalu berapi-api menanyakan bagaimana sampai akhirnya Thomas berhasil menemukan jawabannya.

Nancy juga selalu memeluk anaknya mana kala anaknya berhasil dalam melakukan sesuatu; sambil selalu mengucapkan “Kamu memang anak kebanggaan Mommy Nak.....”

Para orang tua dan guru yang saya cintai......Pernah suatu ketika Thomas sedang melakukan experiment-experiment yang dibuatnya; dan dia mengetahui jawaban dari masalahnya; lalu dia bertanya pada Mommynya; dengan jujur Mommynya berkata; Thomas sayang Mommy tidak tahu semua yang kamu tanyakan, tapi Mommy akan cari tahu siapa orang yang bisa menjelaskan semua ini pada kamu. Maka diajaklah Thomas kecil untuk menemui orang-orang ahli dikotanya.

Begitulah kejadian serupa terjadi berulang-ulang; Ibunda Thomas selalu jujur mengatakan keterbatasannya; tapi dia selalu memberi jalan keluar bagi anaknya. Termasuk suatu ketika pernah pertanyaan Thomas tidak bisa dijawab oleh siapapun; maka ibunya sibuk mengantarkan Thomas untuk mencari buku/referensi yang bisa menjelaskan seluruh keingintahuan anaknya,

Namun sayangnya setelah berusaha selama berbulan-bulan orang dan buku yang dicari tak juga kunjung ditemukan...., Tapi Nancy tidak pernah patah semangat melainkan justru membakar anaknya dengan kata-kata yang begitu menginspirasi; “Thomas anakku sayang... kita telah buktikan bahwa ternyata tak seorangpun kita temukan bisa menjawab semua ini dan tak satu bukupun pernah ditulis orang tentang hal ini; Thomas sayang, Kamu tahu apa artinya...nak..., Ya...itu artinya kamulah yang diminta Tuhan untuk menemukannya bagi orang lain.... Ayo nak kamu coba dan coba terus..... Mommy yakin satu saat kamu pasti berhasil......!

Para orang tua dan guru yang saya cintai.......Thomas begitu terinspirasi oleh setiap ucapan ibunya..... Cara-cara mendidik inilah yang telah membuat Thomas menjadi manusia luar biasa.. dan telah saya terapkan bagi kepada anak-anak saya dirumah.

Para orang tua dan guru yang saya cintai.. bayangkan....
Suatu ketika Thomas berhasil menemukan lampu pijar, setelah dengan susah payah melakukan percobaan hingga 999 kali. Kabar ini segera terdengar oleh surat kabar setempat dan besoknya segera muncul di halaman depan dengan judul;

“ Thomas Alva Edison, akhirnya berhasil membuat lampu pijar yang tahan selama berhari-hari, setelah ia mengalami 999 kali gagal menemukan logam yang cocok digunakan untuk lampu pijarnya.”

Thomas kaget luar biasa membaca Head Line berita itu; segera saja ia datangi kantor redaksinya dan melayangkan protes atas pemberitaan yang tidak tepat.

Bukan main kagetnya sang Redaktur; dimana letak kesalahan berita itu.........?

Esok paginya pada surat kabar yang sama keluarlah Ralat yang berbunyi;

“Thomas Alva Edison, akhirnya berhasil membuat lampu pijar yang tahan berhari-hari, setelah ia berhasil menemukan 999 logam yang tidak cocok digunakan untuk lampu pijarnya.”

Para orang tua dan guru yang saya cintai...... apakah anda dapat menangkap letak perbedaannya.........?

Pesan Tuhan pada orang tua melalui Air

Para orang tua yang berbahagia, bertemu lagi dengan saya Ayah Edy dalam program “The Inspiration for Better Education”

Kali ini kita akan berbicara tentang pesan Tuhan pada kita melalui Air....

Para orang tua dan guru yang saya cintai..... Pernahkah pada saat kita sedang emosi membentak anak kita...? atau pernahkan anda sempat berfikir atau bahkan terucap kata-kata yang negatif pada anak kita seperti; Bodoh, Malas, Nakal, dan sejenisnya...?

Jika ya.... itu wajar..karena kita juga manusia... itu kata sebuah cuplikan lagu yang cukup terkenal baru-baru ini...

Hanya saja mulai saat ini kita mungkin perlu lebih berhati-hati lagi dalam ucapan dan tindakan terhadap anak-anak kita; karena setiap ucapan kita itu ternyata direspon langsung oleh anak kita dan dapat menjadi bagian dari doa dan kebenaran.


Para orang tua dan guru yang berbahagia....
Begitulah pesan tersembunyi yang disampaikan oleh Masaru Emoto sorang peneliti Air, dari negeri sakura, yang hasil penelitiannya dituangkan dalam sebuah Artikel di salah satu Web Sitenya yang berjudul The Hidden Message in Water.

Masaru Emoto adalah orang ilmuan luar biasa yang telah berhasil menemukan bahwa sesungguhnya Air dapat bereaksi terhadap ucapan dan tulisan sesuai dengan isi ucapan atau tulisannya.

Melalui lensa mikroskop khusus yang diciptakannya, kita bisa melihat bahwa apa bila kita mengucapkan sesuatu atau menuliskan sesuatu di dekat air maka melalui lensa itu dapat dilihat air tersebut berubah, membentuk gambar sesuai dengan kata atau tulisan yang kita buat. Dan yang menarik adalah hasilnya tetap sama meskipun diucapkan dalam berbagai bahasa.

Apa bila kita mengucapkan terima kasih atau syukur maka air tersebut akan berubah membentuk kristal-kristal kecil yang demikian indahnya seindah kristal yang terbuat dari berlian; sementara apa bila kita ucapkan kata-kata negatif seperti “kamu bodoh!” maka air tersebut dibawah lensa mikroskop akan berubah membentuk gambar yang buruk dan tak beraturan.

Luar Biasa...! Sungguh suatu usaha keras yang tidak sia-sia, meskipun Masaru Emoto memerlukan waktu lebih dari 20 tahun untuk menemukannya. Dan.berkat hasil temuannya ini kini Masaru Emoto telah di undang untuk berbicara ke berbagai negara didunia.

Smart Listner...Ada sesuatu yang penting yang perlu diketahui oleh kita para orang tua tentang fakta-fakta yang berhasil ditemukan oleh Masaru Emoto berhubungan dengan kodrat kita dan anak-anak kita melalui air ini, mari kita simak pemaparannya.

Sesungguhnya apa yang saya temukan itu adalah sebuah keajaiban; sepertinya melalui air Tuhan ingin mengirimkan pesan-pesan tersembunyi kepada kita seluruh manusia.

Bayangkan bahwa kita telah mendapatkan bukti secara ilmiah bahwa air bisa merespon hal-hal yang positif ataupun negatif yang diterimanya; baik melalui kata-kata, tulisan, perlakuan dan pikiran. Jadi jelas-jelas bahwa semua itu; baik ucapan, tulisan, perlakuan dan pikiran akan direspon langsung oleh tubuh kita dan tubuh setiap orang yang menerimanya..

Saya juga telah menemukan fakta bahwa rata-rata 70% tubuh manusia terdiri atas air.

Mari kita lihat lebih dalam lagi; Ketika kita mulai hidup sebagai Janin, 99%nya adalah air, dan pada saat dilahirkan kira-kira 90% dari tubuh kita adalah air, ketika kita mencapai usia dewasa kira-kira 70% dari tubuh kita terdiri dari air sampai menjelang ajal kemungkinan kita masih memiliki 50% kandungan air dalam tubuh. Jadi dapat kita simpulkan bahwa kita adalah mahluk yang sebagian besar terbuat dari air.

Ketika yang melihat kenyataan ini dan mengaitkan dengan hasil temuan saya; maka saya mulai melihat kaitan dan bukti ilmiah; mengenai bagaimana prilaku seseorang itu bisa terbangun. Dan kini mulai terkuak sudah awal sebuah jawaban dari pertanyaan, mengapa dunia ini memiliki lebih sedikit orang-orang yang berwatak dan berprilaku positif..?, dan semoga temuan saya ini akan bisa membuka pintu hati banyak orang diseluruh dunia.

Smart Listner... sungguh sebuah pemaparan yang luar biasa...., Secara implisit Masaru Emoto ingin mengajak kita untuk mengevaluasi diri apakah selama ini kita lebih banyak mengucapkan dan memikirkan sesuatu yang positif atau sebaliknya, karena pada akhirnya secara kolektif itu akan sangat menentukan komposisi prilaku umat manusia didunia ini.

Secara spesifik; Masaru Emoto juga mengingatkan kepada kita; bahwa berdasarkan komposisi tubuh; pada usia dini, manusia jauh lebih banyak memiliki kandungan air bahkan hingga mencapai 90%. Itu berarti respon anak-anak terhadap ucapan, pikiran dan tindakan negatif yang diterimanya jauh lebih besar mempengaruhi dirinya dalam membangun konsep diri yang positif.

Jadi apabila kita menginginkan anak-anak kita kelak tumbuh menjadi baik dan bahagia, maka selalu penuhilah kehidupannya dengan kasih sayang, cinta dan rasa syukur; karena kristal-kristal air yang paling indah dan sempurna, muncul dari air yang di beri ucapan Sayang, Cinta dan Syukur...... Begitulah pesan yang sangat dalam dan menyentuh dari Masaru Emoto untuk kita para orang tua diseluruh dunia.

Para orang tua yang berbahagia...
Mari kita hentikan segala ucapan dan pikiran negatif pada anak-anak kita, dan mulai hari ini, mari kita didik dan kita besarkan anak-anak kita dengan segenap cinta kasih dan rasa syukur atas segala kelebihan dan kekurangannya.

Leonardo Da Vinci sang "Jenius Sepanjang Zaman"

Kali ini kita akan berbicara tentang seorang jenius luar biasa sepanjang zaman..... Leonardo Da Vinci

Para orang tua dan guru yang saya cintai...
Tony Buzan mengatakan, bahwa jika anda bertanya siapakah manusia paling jenius sepanjang jaman, maka Leonardo Da Vinci lah orangnya; betapa tidak; Da Vinci menjadi Maestro di berbagai bidang, mulai dari seni lukis, kedokteran, Anatomi, Botani, Geologi, Fisika, Filsafat, Ahli Strategi Militer, Arsitek, Penunggang Kuda yang handal, Ilmuan yang bertubuh Altelis tidak seperti kebanyakan ilmuwan, Da Vinci juga ahli dalam merancang benteng-benteng pertahanan, sekaligus juga perancang senjata, bahkan Helikopter yang ada sekarang ini rancangan prototipenya dibuat oleh Da Vinci, dan yang jauh lebih menakjubkan Leonardo Da Vinci juga sekaligus ahli dalam memasak dan ahli membuat kue-kue untuk pesta, berikut dekorasi ruangannya..

Para guru dan orang tua yang berbahagia, Sungguh Manusia yang Luar Biasa !
Dan yang begitu menakjubkan bagi saya adalah saat membaca Curriculum Vitae yang pernah dibuat Leonardo Da Vinci pada tahun 1482, kepada Ludovico Sforza penguasa kota Milan; yang berhasil di abadikan dalam buku biography yang ditulis oleh Georgy Vasari.

Mari kita perhatikan cuplikan dari Curiculum Vitaenya,

Yang Mulia,
Kini setelah cukup melihat dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh mereka semua yang menganggap dirinya pakar dan penemu peralatan perang dan mendapati alat tersebut ternyata tidak ada yang luar biasa dari yang biasa digunakan, maka saya memberanikan diri tanpa prasangka pada siapapun untuk menulis surat kepada yang Mulia dalam upaya untuk menyampaikan temuan-temuan saya, mendemonstrasikan dan menyerahkan pada yang Mulia diwaktu yang tepat,

Saya memiliki rancangan jembatan yang sangat ringan dan kuat serta cocok dan sangat mudah untuk dibawa-bawa dan digunakan dalam pertempuran.
Jika suatu tempat dikepung, saya tahu bagaimana memotong air dari salurannya, dan membangun tangga-tangga dan alat lain yang tak terbilang jumlahnya dalam waktu singkat.
Andaikan karena tinggi tembok dan kuatnya suatu benteng hingga mustahil untuk dihancurkan dengan pengeboman, saya tahu cara menghancurkannya bahkan andaikanta benteng tersebut dibuat dari batu cadas sekalipun.
Saya juga memiliki rancangan untuk membuat kanon yang dapat melontarkan peluru yang banyaknya seperti hujan.
Seandainya pertempuran terjadi di laut maka saya telah memiliki rancangan kapal yang dapat menahan tembakan meriam bahkan yang paling berat sekalipun.
Untuk menembus benteng lawan, saya dapat membuat lorong dalam tanah yang bisa menembus sungai sekalipun, dan dibuat tanpa bersuara.
Dan kelak pada waktu damai, saya akan dapat menjadi arsitek kota yang merancang dan membangun karya-karya indah baik untuk keperluan publik ataupun pribadi.
Sayapun mampu pula untuk membuat patung dari marmer, perunggu, tanah liat serta melukis, dimana karya saya boleh diadu oleh siapapun yang ahli dibidangnya.
Selain itu juga saya akan membuatkan bagi anda sebuah patung kuda yang terbuat dari perunggu sebagai lambang kemulian dan penghormatan abadi.

Yang Mulia apa bila saat ini ada sesuatu yang anda tugaskan pada orang lain dan ia tidak sanggup melakukannya, maka perkenankanlah saya melakukannya untuk anda, untuk menyelesaikannya di tempat manapun yang anda kehendaki. Yang Mulia Kepada andalah saya mengabdi dengan segala kerendahan hati.

Leonardo Da Vinci

Smart Listener....
Menurut anda, selama lebih dari 500 tahun terakhir hingga saat ini, adakah kurikulum vitae yang berhasil menandingi kurikulum vitae yang pernah dibuat oleh Leonardo Da Vinci ini.

Tapi tahukah anda bahwa orang yang sehebat ini ternyata adalah bukan produk dari Sekolah manapun; Meskipun ia Jenius hampir disemua bidang, namun tak satupun gelar menempel di pundaknya,

Menurut catatan sejarah Leonardo dilahirkan dari Ayah Bangsawan dan ibu dari bukan Bangsawan. Dengan kondisi yang seperti ini, pada zamannya Leonardo tidak boleh bersekolah.

Kakek-nyalah yang dengan sabar dan penuh cinta kasih mendidik dan membesarkan Da Vinci, mengirimnya untuk belajar langsung kepada seniman-seniman hebat pada zamannya. Sepanjang hidupnya Leonardo belum pernah mengetahui dan mengenyam dunia persekolahan, namun ternyata kakeknya telah berhasil mencetak Leonardo kecil menjadi seorang Jenius Dunia dihampir semua bidang, jauh melampaui lulusan “Summa Cumlaude” dari sekolah terbaik manapun di dunia ini.

Sungguh luar biasa...! hingga saat ini belum kita temukan sebuah sekolahpun yang berhasil mencetak manusia sekaliber Leonardo Da Vinci.

Tapi rasanya tidaklah mengherankan...., karena sekolah-sekolah yang ada pada umumnya justru lebih gemar memberikan lebel gagal pada anak didiknya ketimbang mecetak mereka menjadi maestro dunia.. begitulah yang dikatakan oleh Thomas Amstrong sang penulis buku Sekolah Para Juara.

Para guru dan orang tua yang saya cintai...! Mari kita belajar dari SEJARAH... dan marilah kita berkaca pada SEJARAH, agar kita bisa membuat sejarah baru yang gemilang bagi masa depan pendidikan anak-anak kita...

Pendidikan dimata seorang SENIMAN

Para orang tua yang berbahagia suatu hari saya menghadiri sebuah acara simposium pendidikan yang diselenggarakan di Jakarta, oleh Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog bagi Ibu Pertiwi.

Acara itu sungguh luar biasa dan dihadiri oleh lebih dari 1500 orang peserta yang sebagian besar adalah pendidik dan guru. Pembicara yang hadir juga merupakan orang-orang yang luar biasa peduli di bidang pendidikan, mulai dari wakil guru yang ada di hutan rimba alias Butet Manurung, hingga wakil tokoh besar pendidikan Yayasan Perguruan Taman Siswa, Ki Hajardewantara,. Di forum ini juga tidak ketinggalah hadir Tokoh Lintas agama Bapak Anand Krishna, seniman, budayawan artis dan lain sebagainya.

Menurut saya sebenarnya simposium ini nyaris sempurna, seandainya saja waktu itu Mentri Pendidikan dan Menteri Kesehatan sebagai tokoh sentral yang di undang sempat menyaksikan langsung acara simposium ini. Tapi apa mau dikata The Show Must Go On! begitu kira-kira kata salah seorang pembicara.

Namun ada satu hal yang paling menarik bagi saya dari seluruh acara, yakni sebuah puisi yang di bacakan oleh seorang seniman, namanya Mas Agus Sarjono, yang isinya betul-betul membuat hati saya tergelitik, puisi ini merupakan sebuah kritik sosial yang dibuat sangat cantik dan mengena bagi kita semua, terutama para tokoh pendidikan yang ada di negeri ini....

Dan dengan kerendahan hati serta ijin dari Mas Agus Sarjono yang saya dapatkan melalui Pengurus Forum tersebut, saya ingin anda juga bisa mendengar dan sekaligus merenungkannya. Mari kita simak bersama isinya;

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah dengan sapaan palsu. Lalu mereka pun belajar sejarah palsu dari buku-buku palsu.

Di akhir sekolah mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru untuk menyerahkan amplop, berisi perhatian dan rasa hormat palsu.

Sambil tersipu palsu dan membuat tolakan tolakan palsu, akhirnya pak guru dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan nilai-nilai palsu yang baru.

Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu. Sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman yang juga palsu.

Dengan gairah tinggi mereka menghambur ke tengah pembangunan palsu dengan ekonomi palsu sebagai panglima palsu. Mereka saksikan ramainya perniagaan palsu dengan ekspor dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan berbagai barang kelontong kualitas palsu.

Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus palsu dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri yang dijaga pejabat-pejabat palsu.

Masyarakat pun berniaga dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan gagasan-gagasan palsu di tengah seminar dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring dan palsu.

Para orang tua dan guru yang saya cintai dimanapun anda berada...., Demikianlah puisi yang dibuat dan dibacakan langsung oleh Mas Agus Sarjono, Pada acara simposium besar Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25 Oktober 2007.

Meskipun ini hanyalah sebuah puisi, tapi paling tidak puisi ini bisa menjelaskan mengapa begitu banyak kita menemukan kepalsuan yang terjadi di negeri ini.

Mari kita renungkan bersama.......